Sukses
Lihat Trolley Sewa Lanjutkan
Added to Wishlist
OK

Saat si Kecil TANTRUM..

Diposkan: 25 May 2016 10:07:03 AM Dibaca: 1034 kali


Sofia, yang kini menginjak usia 1 tahun 8 bulan tiba-tiba menangis dan berteriak di tengah-tengah mall. Ia menangis dengan keras, berguling-guling di lantai, menggapai semua benda yang bisa dia gapai kemudian menjatuhkannya. Sang Mama sudah berusaha menenangkannya, dari mulai bicara baik-baik sampai mulai meninggikan suaranya untuk meminta ia berhenti menangis. Tapi Sofia seolah tak peduli, dia tetap menangis dan bahkan semakin keras diringi teriakan. Belakangan, barulah mama Sofia tahu, itulah yang disebut tantrum.

Apa sih tantrum?

Menurut Encyclopedia of Children’s Health, perilaku tantrum merupakan ekspresi dari rasa frustrasi anak karena ketidakmampuannya untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Keinginan tersebut bisa berupa benda seperti mainan dan makanan, ataupun dikarenakan perasaan gagal menyelesaikan sebuat aktivitas. Ekspresi kemarahan itu muncul karena sang anak belum bisa menyampaikan apa yang ia rasakan kepada orang tuanya secara baik dan benar.

Apa tantrum berbahaya?

Bayangkan jika Anda tiba-tiba diturunkan dari pesawat di negara Tibet. Anda mencoba berkomunikasi tapi tidak ada yang bisa mengerti Bahasa Inggris, apalagi Indonesia. Akhirnya Anda mencoba menggunakan Bahasa tubuh. Anda ingin tahu caranya pulang, bertanya kenapa Anda bisa ada disini. Anda juga lapar dan lelah. Anda mau makan dan beristirahat, tapi tidak ada yang mengerti apa yang Anda mau. Semuanya bingung melihat tingkah laku Anda. Mereka menyodorkan berbagai benda yang justru membuat Anda semakin tidak nyaman. Lama kelamaan setelah mencoba dengan keras Anda menjadi frustasi. Itulah yang kira-kira juga dialami si kecil.

Saat berumur 1-2 tahun, mereka mulai bisa mengeksplorasi banyak hal. Mereka juga mulai memiliki keinginan. Ada keinginan yang bisa dicapai ada pula yang tidak bisa terwujud. Saat mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka belum mampu mengungkapkan rasa frustasinya dengan baik. Sebetulnya, tantrum adalah hal yang wajar. Fase tantrum akan hilang seiring bertambahnya usia. Kosakata mereka semakin lama semakin berkembang. Kemampuan anak untuk  berkomunikasi secara verbal meningkat. Ia mulai belajar untuk bisa menyampaikan keinginannya atau menceritakan apa yang ia rasakan dalam bentuk kata-kata.

Menjadi bahaya saat kita justru membiarkan perilaku tantrum ini bertahan sampai ia beranjak balita bahkan hingga dia remaja. Saat kita dengan cepat menyerah menuruti semua keinginannya saat si kecil mulai tantrum, ia belajar bahwa tantrum adalah sarana untuk mencapai tujuan. Bukannya belajar menyampaikan keinginan secara benar, dia lebih suka berteriak, menangis, memukul dan mengamuk saat keinginannya tidak terpenuhi.

Bagaimana Mengatasi Tantrum

Cara terbaik mengatasi tantrum adalah menunggu dengan tenang. Saat dia mulai mengamuk, pastikan keamanan lingkungan sekitar. Saat tantrum biasanya anak bisa menarik apapun yang ada disekitarnya, menendang, bahkan membenturkan kepalanya sendiri. Karena itu, hal pertama yang harus Anda pastikan adalah, dia tidak terluka akibat perilakunya.

Misalnya, bawa dia ketempat tidur yang luas dan kelilingi dia dengan bantal. Biarkan dia mengamuk disana. Setelah si kecil lelah dan tenaganya habis, baru Anda bisa mulai berbicara dengannya. Biasanya dia akan lebih mudah tenang setelah kita peluk. Tapi, baiknya pelukan itu baru diberikan saat dia mulai tenang. Kalau saat mengamuk kita memaksakan pelukan, yang ada dia akan makin meronta.

Jika Anda berada ditempat umum, seperti mall atau restoran, baiknya Anda mengajak dia ke tempat yang lebih sepi. Bawalah dia keluar dan masuk ke dalam mobil. Pandangan orang di sekitar, pasti membuat Anda kesulitan untuk tetap tenang dan berfikir jernih. Lebih baik, segera hentikan apapun kegiatan Anda disana dan segera ajak dia keluar. Bisa jadi dia juga akan semakin mengamuk, tapi minimal Anda tidak harus menghadapi tekanan sosial dari orang-orang sekitar Anda.

Asah kemampuan komunikasinya

Saat anak sudah bisa mengungkapkan keinginannya, maka dia tidak perlu lagi menangis dan berteriak-teriak. Dia cukup meminta dengan baik. Kalaupun yang dia inginkan ternyata tidak bisa diwujudkan saat itu, maka dia sudah mulai bisa kita ajak bicara.

Jelaskan padanya kenapa dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau. Kalalu perlu, terangkan juga apa yang bisa dia ubah atau dia perbaiki untuk membuat dia mendapatkan apa yang ia mau di lain kesempatan. Ajarkan dia untuk sabar mendengarkan dan mencerna kata demi kata yang Anda lontarkan kepadanya. Karena itu, melatih kemampuan untuk fokus mendengar, mencerna, dan berusaha memahami, sama pentingnya dengan melatih kemampuan berbicara itu sendiri.

Ingat, komunikasi bukan cuma soal berbicara, tapi juga mendengar. Karena itu, rangsang dia untuk terus mengasah kemampuan komunikasi. Salah satu cara terbaik untuk belajar berkomunikasi adalah bermain peran. Jika dia sudah mampu mendengarkan, memahami, dan membalas perkataan kita dengan jawaban maka kita sudah bisa mengajak dia berdiskusi. Lewat diskusi kita bisa mencari jalan tengah antara keinginan sang anak, situasi yang ada serta peraturan yang berlaku di keluarga.

Karena terkadang, seperti saat Anda diturunkan secara mendadak di Negara Tibet, dia bukan marah karena dia anak bandel. Dia hanya tidak mengerti dan tidak berhasil membuat Anda mengerti. Jadi, yang harus Anda lakukan adalah membuat dia mengerti apa yang Anda katakan dan bersabar jika dia tidak bergasil membuat Anda mengerti yang ia maksud.

 

Ditulis oleh Asih Nurfitri S.Psi

Penyedia jasa sewa mainan, stroller, peralatan bayi, dan playground untuk acara wedding, pesta ulang tahun, seminar, gathering dan lain-lain. Melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi


Tags

Artikel Terkait

Pentingnya Kursi Makan Bayi : Highchair VS Feeding Booster Seat

Pentingnya Kursi Makan Bayi : Highchair VS Feeding Booster Seat

Membantu anda memilih pilihan terbaik antara high chair atau booster seat untuk membantu anak makan

Diposkan: 23 May 2016 10:24:56 AM Dibaca: 17295 kali

Pentingnya Highchair pada masa MPASI

Pentingnya Highchair pada masa MPASI

Penjelasan kenapa highchair sangat bermanfaat bagi anak dalam masa MPASI

Diposkan: 16 May 2016 10:24:34 AM Dibaca: 1409 kali

Yuk, Atifkan Parental Control pada Gadget Kita!

Yuk, Atifkan Parental Control pada Gadget Kita!

Fungsi dan software rekomendasi untuk Parental Control

Diposkan: 12 May 2016 12:25:08 PM Dibaca: 1148 kali

Saya akan Membiasakan Anak Saya Pada Gadget, Setelah..

Saya akan Membiasakan Anak Saya Pada Gadget, Setelah..

Pengaruh buruk gadget bagi perkembangan anak

Diposkan: 07 May 2016 12:27:09 PM Dibaca: 1003 kali

Melatih Konsentrasi Anak

Melatih Konsentrasi Anak

Temukan cara melatih konsentrasi anak berdasarkan usianya

Diposkan: 07 May 2016 10:14:39 AM Dibaca: 1409 kali

Yuk Main : 4 Alasan Kenapa Anak Susah di Ajak Tidur Saat Malam

Yuk Main : 4 Alasan Kenapa Anak Susah di Ajak Tidur Saat Malam

Mengungkapkan alasan kenapa anak susah untuk bisa tidur malam

Diposkan: 06 May 2016 10:42:59 AM Dibaca: 762 kali

Anak Belajar Jalan : Alternatif Baby Walker

Anak Belajar Jalan : Alternatif Baby Walker

pilihan terbaik selain menggunakan baby walker konvensional (bomba)

Diposkan: 27 Apr 2016 11:36:23 AM Dibaca: 11880 kali

Anak Belajar Jalan : Jangan Abaikan Fase Merangkak

Anak Belajar Jalan : Jangan Abaikan Fase Merangkak

pentingnya fase merangkak dalam rangka anak belajar berjalan

Diposkan: 27 Apr 2016 11:03:13 AM Dibaca: 2072 kali

Anak Belajar Jalan : Kenapa Baby Walker Konvensional Berbahaya?

Anak Belajar Jalan : Kenapa Baby Walker Konvensional Berbahaya?

penjelasan kenapa model baby walker konvensional yang telah ada sejak dahulu berbahaya bagi anak

Diposkan: 25 Apr 2016 16:55:17 PM Dibaca: 1880 kali

Tips sewa stroller: Mengenal Model Stroller berdasarkan usia

Tips sewa stroller: Mengenal Model Stroller berdasarkan usia

Tips sewa stroller berdasarkan usia anak

Diposkan: 25 Apr 2016 16:28:19 PM Dibaca: 1594 kali

Pilih Stroller (kereta dorong) atau Baby Carrier (gendongan)?

Pilih Stroller (kereta dorong) atau Baby Carrier (gendongan)?

Hal- Hal yang bisa menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih mneggunakan stroller (kereta dorong) atau baby carrier (gendongan)

Diposkan: 25 Apr 2016 15:47:06 PM Dibaca: 2226 kali

Hal yang harus diperhatikan anak dalam bermain perosotan

Hal yang harus diperhatikan anak dalam bermain perosotan

Hal- Hal yang harus diajarkan oleh orang tua kepada anak dalam bermain perosotan agar berbuah baik bagi anak dan lingkungan sekitar

Diposkan: 23 Apr 2016 11:13:07 AM Dibaca: 3589 kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Blog Search



Blog Category
Blog Tags

JABODETABEK

Ruko Milan No.11
Komplek Telaga Golf
Sawangan - Depok

Mobile:
0822 3389 8806

BANDUNG

Jl. Kota Mas Indah No.41
Komplek Kota Mas
Cimahi

Mobile
0811 2298 806

 

CALL CENTRE

021 293 2222 3 (JABODETABEK)

0811 2298 806 (BANDUNG)