Sukses
Lihat Trolley Sewa Lanjutkan
Added to Wishlist
OK

Melatih Konsentrasi Anak

Diposkan: 07 May 2016 10:14:39 AM Dibaca: 1724 kali


Anak-anak terutama di usia batita biasanya memang tidak bisa diam. Mereka memang sedang berada dalam fase eksplorasi. Rasa ingin tahu mereka mendorong merka untuk bergerak ke sana kemari, menjelajah dan mencoba semuanya. Jadi wajar bila mereka kesulitan bila harus mengerjakan satu pekerjaan dalam rentan waktu yang cukup lama.

Tapi bukan berarti fokus tidak bisa dilatih. Kemampuan mempertahankan fokus diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas. Jika perhatian mudah teralih ke hal-hal lain disekitar, anak akan mudah meninggalkan tugas yang sedang dikerjakannya sehingga tidak berhasil menyelesaikan tugas sampai tuntas.

Tugas kita sebagai orang tualah yang harus memberikan fasilitas untuk melatih kemampuan konsentrasinya. Untuk memberikan rangsangan yang tepat tugas yang kita berikan harus sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Perlu diingat bahwa sebaiknya kita melakukannya secara bertahap dan mulai dari tugas yang kecil dan sederhana.

Usia 6 bulan – 1 tahun

Bayi lahir dengan indera yang belum berkembang sempurna. Karena itu rangsangan yang kita berikan di usia-usia awal kehidupannya terkait dengan kemampuan panca inderanya. Seperti melihat, meraba dan mendengar.

  • Melakukan  kontak mata dan ajak ia bicara, saat Anda memberinya ASI.
  • Melihat  gambar dan menjelaskan warna dan bentuk apa saja yang terdapat pada gambar
  • Membunyikan  mainan secara sembunyi hingga menarik perhatiannya. Ini akan membuatnya berusaha menemukan sumber bunyi
  • Membuat halang-rintang dengan menumpuk bantal yang dijejerkan, saat dia mulai merangkak, ini akan menstimulasi anak menyingkirkan bantal agar ia bisa lewat.
  • Mengajarkannya naik dan turun tangga. Ingat saat turun dia harus berada pada posisi tengkurap. Tentu saja kita harus mengawasinya dengan ketat.

Usia 1-2 tahun

Di usia ini, anak sudah mulai bisa mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Namun kemampuannya berkonsentrasi masih tergantung pada daya tariknya. Di usia ini, kemampuan konsentrasinya  berkisar 1-3 menit.

  • Permainan puzzle sederhana, dimulai dari puzzle yang memiliki 3-5 kepingan.
  • Permainan   memasukkan   benda, biasanya tiap bentuk memiliki lubang berbeda sesuai dengan bentuknya.Memindahkan bola dari satu keranjang ke keranjang lain.
  • Mengajak bicara secara fokus dan tuntas sampai anak memahami dan memberi respon. Misalnya, “lihat bunga itu, ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna kuning kamu pilih yang mana?”

Usia 2-3 tahun.

Menginjak usia 2 tahun kemampuan konsentrasi dan memorinya makin meningkat. Di usia ini anak mampu menyebutkan kembali kata yang terdapat pada lagu yang didengarnya. Kemampuan konsentrasinya  berkisar 3-5 menit. Di usia ini  anak sedang hobi ‘mendua’, meninggalkan aktivitas yang tengah dikerjakan,  saat ada aktivitas lain yang menarik.

  • Dorong dia untuk menyusun puzzle hingga selesai.
  • Minta ia mendengarkan anda dengan utuh dan pancing dia mengulangi apa yang anda katakan
  • Ajak menirukan gerakan yang Anda lakukan.
  • Beri  kesempatan anak untuk belajar mandiri. Dimulai dari aktivitas harian seperti makan, mengenakan sepatu atau sandal serta membuka celana dan baju saat hendak mandi. Ajarkan pula untuk tidak pantang menyerah dan mau berusaha sampai berhasil.

Usia 3-4 tahun.

Melewati usia 3 tahun bisasanya anak sudah bisa mengingat dan mengulang sedikitnya 3 benda terakhir yang berurutan disebutkan. Kemampuan konsentrasinya berkisar 5-10 menit.  Kegiatan fisik diperlukan untuk mengembangkan kemampuan sensori - motorik sebagai salah satu cara mereka bereksplorasi.

  • Tingkatkan juga permainan menyusun puzzle menjadi balok susun ataupun lego
  • Minta anak  menceritakan kembali film yang sudah ditonton atau kegiatan apa yang baru saja dia lakukan.
  • Berenang, karena dapat menstimulasi indera-indera sensoris, konsentrasi serta stimulasi otak kanan dan kiri.
  • Bermain peran, dorong dia untuk memerankan sebuah lakon, dan minta dia menjelaskan situasi yang sedang dia perankan.

 

Jadi, bermain memiliki peran penting bagi perkembangan anak. Lewat bermain anak mencapai milestone sesuai perkembangan usianya. Karena itu sebagai orang tua, tugas kita untuk memberikan fasilitas bagi mereka bereksplorasi lewat berbagai permainan. Membeli boleh, tapi kalau bisa sewa, kenapa harus beli? 

 

Ditulis oleh Asih Nurfitri S.Psi

Penyedia jasa sewa mainan, stroller, peralatan bayi, dan playground untuk acara wedding, pesta ulang tahun, seminar, gathering dan lain-lain. Melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi


Tags

Artikel Terkait

Yuk Main : 4 Alasan Kenapa Anak Susah di Ajak Tidur Saat Malam

Yuk Main : 4 Alasan Kenapa Anak Susah di Ajak Tidur Saat Malam

Mengungkapkan alasan kenapa anak susah untuk bisa tidur malam

Diposkan: 06 May 2016 10:42:59 AM Dibaca: 878 kali

Anak Belajar Jalan : Alternatif Baby Walker

Anak Belajar Jalan : Alternatif Baby Walker

pilihan terbaik selain menggunakan baby walker konvensional (bomba)

Diposkan: 27 Apr 2016 11:36:23 AM Dibaca: 15495 kali

Anak Belajar Jalan : Jangan Abaikan Fase Merangkak

Anak Belajar Jalan : Jangan Abaikan Fase Merangkak

pentingnya fase merangkak dalam rangka anak belajar berjalan

Diposkan: 27 Apr 2016 11:03:13 AM Dibaca: 2449 kali

Anak Belajar Jalan : Kenapa Baby Walker Konvensional Berbahaya?

Anak Belajar Jalan : Kenapa Baby Walker Konvensional Berbahaya?

penjelasan kenapa model baby walker konvensional yang telah ada sejak dahulu berbahaya bagi anak

Diposkan: 25 Apr 2016 16:55:17 PM Dibaca: 2336 kali

Tips sewa stroller: Mengenal Model Stroller berdasarkan usia

Tips sewa stroller: Mengenal Model Stroller berdasarkan usia

Tips sewa stroller berdasarkan usia anak

Diposkan: 25 Apr 2016 16:28:19 PM Dibaca: 1952 kali

Pilih Stroller (kereta dorong) atau Baby Carrier (gendongan)?

Pilih Stroller (kereta dorong) atau Baby Carrier (gendongan)?

Hal- Hal yang bisa menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih mneggunakan stroller (kereta dorong) atau baby carrier (gendongan)

Diposkan: 25 Apr 2016 15:47:06 PM Dibaca: 2681 kali

Hal yang harus diperhatikan anak dalam bermain perosotan

Hal yang harus diperhatikan anak dalam bermain perosotan

Hal- Hal yang harus diajarkan oleh orang tua kepada anak dalam bermain perosotan agar berbuah baik bagi anak dan lingkungan sekitar

Diposkan: 23 Apr 2016 11:13:07 AM Dibaca: 6569 kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Blog Search



Blog Category
Blog Tags

JABODETABEK

Ruko Milan No.11
Komplek Telaga Golf
Sawangan - Depok

Mobile:
0822 3389 8806

BANDUNG

Jl. Kota Mas Indah No.41
Komplek Kota Mas
Cimahi

Mobile
0811 2298 806

 

CALL CENTRE

021 293 2222 3 (JABODETABEK)

0811 2298 806 (BANDUNG)