Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar
Lanjutkan Belanja
Kategori

Blog Kategori
Follow Us
  • Youtube_Pok Ame Ame
  • FB_Pok Ame Ame
  • IG_Pok Ame Ame

Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Anak

Seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, pada dasarnya setiap anak memiliki karakter dasar yang telah dia bawa sejak lahir. Namun, seiring bertambahnya usia, kepribadian itu juga ikut berubah. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh kemampuannya dalam belajar menyerap kejadian yang terjadi disekitarnya. Perkembangan yang terjadi bisa membuat karakter dasar yang ia miliki semakin menguat, atau sebaliknya, bisa juga melemah. Berikut empat faktor yang paling mempengaruhi karakter seorang anak :

  • Hubungan dengan orang terdekat.

Siapa orang terdekat bagi seorang anak? Seharusnya kita, orang tua mereka. Bentuk hubungan yang kita bangun dengan si kecil memiliki dampak terbesar. Ibarat sebuah komputer, kita, para orang tua adalah orang yang bertanggung jawab memasukan program serta aplikasi dasar pada anak kita. perlakuan yang mereka terima dari kita sebagai orang tuanya, merupakan fondasi awal yang kelak akan memformulasikan bentuk hubungan mereka dengan saudara kandungnya, kakek nenek, teman dan bahkan pasangan hidupnya kelak.

Nah, jika kita menyerahkan si kecil dengan orang lain, seperti pengasuh misalnya, maka besar kemungkinan hubungan ia dan pengasuhnyalah yang justru memiliki porsi terbesar dalam mempengaruhi perkembangan karakternya kelak. Karena itu, bila akhirnya kita sebagai orang tua tetap harus secara terpaksa menyerahkan pengasuhan kepada orang lain, sebaiknya kita tetap memiliki waktu yang efektif dan berkualitas saat bersama si kecil. Sehingga, setidaknya kita tetap memiliki kepekaan dan deteksi awal saat terjadi pengaruh yang justru merugikan kepribadian anak kedepan.

  • Pola Pembelajaran di sekolah.

Tanpa perlu Anda sebagai orang tua repot-repot menyuruh, seorang anak pada dasarnya adalah pembelajar yang baik. Ingat, belajar bukan hanya soal matematik, bahasa dan science. Belajar bagaimana menyapa, berterimakasih, antri, mengatasi konflik dan mengevaluasi diri sendiri adalah hal-hal mendasar yang jauh lebih penting dan mendasar dibanding soal integral ataupun teori newton.  

Jadi, saat memilih institusi pendidikan, prestasi sekolah seharusnya bukan semata menjadi pertimbangan. Penting bagi kita untuk memastikan bahwa tempat anak belajar mengembangkan dirinya merupakan tempat yang bisa memberikan kenyamanan secara emosional bagi si kecil. Pola pembelajaran yang baik seharusnya bisa membuat anak menjadi dirinya sendiri, merasa diapresiasi atas kelebihan yang dia miliki serta didorong untuk memperbaiki keterbatasan yang mungkin ada pada dirinya.

Ingat, jangan sekali-kali merasa tugas kita sebagai orang tua beres bila anak sudah bisa dimasukan ke sekolah yang bagus dan mahal. Karena terkadang, beberapa anak justru lebih cocok dan jauh akan lebih berkembang saat orang tuanya memilih metode home schooling. Oleh karena itu, seperti dijelaskan sebelumnya, mengetahui karakter anak adalah hal penting yang harus kita miliki. Sehingga kita bisa bisa menentukan pola belajar seperti apa yang paling cocok dengan si kecil.

  • Lingkungan tempat tinggal.

Keadaan lingkungan sekitar tempat tinggal adalah hal yang mau tidak mau pasti akan mempengaruhi kepribadian seorang anak. Seorang anak yang tinggal di lingkungan yang aman dan nyaman akan memberikan kepercayaan diri bagi sang anak. Mereka jadi terbiasa bermain dengan aman tanpa rasa cemas ataupun was-was. Sebaliknya seorang anak yang selalu diminta tetap berada di dalam rumah, terkurung, akan merasa mudah cemas saat dia keluar dari keadaan nyamannya (comfort zone).

Di masa sekarang, TV bisa jadi sudah masuk ke dalam kategori “lingkungan” si kecil. Apalagi bila kita termasuk orang yang membiarkan TV menyala dari bangun tidur hingga kembali tidur. Anak menyerap apa yang ia lihat, karena itulah kenapa sekarang banyak bermunculan kekhawatiran banyaknya pengaruh buruk akibat kualitas tontonan yang semakin menurun. Jadi, mari mulai memperhatikan dan menyeleksi apa yang dia lihat, dengar, dan selanjutnya dengan mudah dia tiru lewat televisi.

  • Trauma Masa Kecil.

Usia 0-5 tahun mungkin dianggap banyak orang tua dinilai sebagai usia yang tidak terlalu penting. Seringkali, bila kita berusaha mengingat ke belakang, sepertinya sulit untuk bisa seara detail mengingat kembali apa saja yang terjadi di rentang usia tersebut. Ini terjadi karena emang otak kita sudah dirancang untuk tidak terlalu  bisa mengingat secara terperinci kejadian yang terjadi. Fenomena ini dikenal dengan childhood amnesia.

Namun ternyata, perasaan-perasaan yang kita rasakan di masa itu justru menjadji perasaan yang paling permanen akan menetap di dalam kehidupan kita. Seorang anak yang pernah mengalami kekerasan, mungkin tidak akan terlalu ingat cerita kenapa dan bagaimana dia dipukul, tapi ternyata, ketakutan akan mengalami kekerasan yang sama cenderung akan selalu menghantui selama sisa hidupnya.

Oleh karena itu, setelah kita mengetahui karakter dasar si anak, penting bagi kita untuk juga mengawasi faktor-faktor yang bisa mempengaruhi karakter si kecil. It is easier to build strong children than to repair broken men, tugas kitalah sebagai orang tua untuk menyediakan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan si kecil. Satu hal yang perlu kita ingat, bahwa perilaku yang ia lihat jauh lebih berpengaruh bagi seorang anak dibanding ribuan nasehat yang kita ucapkan.

 

Ditulis oleh Asih Nurfitri S.Psi

Penyedia jasa sewa mainan, stroller, peralatan bayi, dan playground untuk acara wedding, pesta ulang tahun, seminar, gathering dan lain-lain. Melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi


 

Artikel Terkait

    Diposkan: 2016-08-01 10:16:42 ; Dibaca: 462 kali
  • Penjelasan mengenai penting dan bagaimana cara orang tua mengetahui karakter dari anak-anaknya agar menjadikan mereka lebih mengenal dan lebih dekat dekat mereka
    Diposkan: 2016-05-25 10:07:03 ; Dibaca: 708 kali
  • Penjelasan mengenai tantrum yang biasa dialami anak
    Diposkan: 2016-05-07 10:14:39 ; Dibaca: 677 kali
  • Temukan cara melatih konsentrasi anak berdasarkan usianya

 

Komentar
Tidak ada komentar!
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Kirim

.